RadiusNews.id, Tompaso- Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Kabupaten Minahasa kembali menjadi sorotan. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu polemik setelah memperlihatkan Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Olahraga, Christian Yokung, menghadiri kegiatan di Desa Tolok Satu, Kecamatan Tompaso.
Dalam video tersebut, Christian Yokung diduga mengajak masyarakat untuk mendukung salah satu calon Hukum Tua yang akan bertarung pada Pilhut Desa Tolok Satu. Ajakan itu disampaikan dengan menyebut kapasitasnya sebagai Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara dan membawa nama Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.
Video yang beredar luas itu pun menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Sejumlah warga menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap netral yang seharusnya dijaga oleh pihak yang memiliki kedekatan dengan pemerintahan daerah.
“Sangat disayangkan. Apalagi sampai mencatut nama gubernur. Netralitas pesta demokrasi justru seperti dicoreng oleh orang yang berada di lingkaran pemerintah sendiri,” ujar Romario L, warga Minahasa.
Tak hanya mempersoalkan dugaan keberpihakan, masyarakat juga menyoroti waktu penyampaian ajakan tersebut yang disebut terjadi sebelum tahapan kampanye Pilhut resmi dimulai. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan persepsi adanya intervensi serta mencederai prinsip demokrasi yang sehat di tingkat desa.
Sorotan tajam juga bermunculan di berbagai unggahan media sosial Facebook. Warganet mempertanyakan komitmen netralitas dalam pelaksanaan Pilhut dan berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga profesionalisme.
Masyarakat meminta pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, serta panitia penyelenggara Pilhut tetap berdiri di atas semua golongan dan menjamin proses demokrasi berjalan jujur, adil, serta bebas dari keberpihakan.
Pasalnya, netralitas seluruh unsur yang berkaitan dengan pemerintahan menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pesta demokrasi di tingkat desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Christian Yokung terkait video yang beredar tersebut maupun tanggapan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.(ler)
