KOTAMOBAGU, Radius News– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kotamobagu mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Antrean kendaraan terlihat memanjang hingga ke badan jalan akibat sulitnya mendapatkan BBM. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih membeli BBM secara eceran meski harus membayar dengan harga jauh lebih tinggi.
Di sejumlah titik penjualan BBM eceran, harga Pertalite dilaporkan mencapai Rp20 ribu per liter. Sementara itu, BBM yang dikemas dalam jerigen berisi lima liter dijual sekitar Rp90 ribu hingga Rp100 ribu.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari sejumlah pihak, bahkan seorang driver online meminta Pemerintah Kota Kotamobagu bersama aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban terhadap penjualan BBM dengan harga yang dinilai tidak wajar.
“Ini bukan persoalan kecil. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, dampaknya bisa merembet ke berbagai sektor, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya transportasi hingga aktivitas perekonomian masyarakat,” ujar salah seorang warga yg tidak ingin namanya disebut.
Menurutnya, persoalan kelangkaan BBM harus segera ditangani secara serius. Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah dan aparat juga dinilai perlu mengawasi praktik penjualan BBM eceran yang memanfaatkan kondisi kelangkaan untuk menaikkan harga secara berlebihan.(Jek)
