RadiusNews.id, Minahasa- Program Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat sektor pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan timur Indonesia kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja (kunker) Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Universitas Negeri Manado, Kamis (9/4/26)
Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan pembukaan dan pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran (FK), laboratorium, serta Rumah Sakit Pendidikan di Unima, yang digadang-gadang akan menjadi pusat unggulan baru di Indonesia Timur.
Dalam arahannya, Wamenkes mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya jumlah Fakultas Kedokteran di Sulawesi Utara. Saat ini, kata dia, baru terdapat satu FK, yakni di Universitas Sam Ratulangi.
“Saya kaget, di Sulut ini baru ada satu FK. Padahal Manado dikenal sebagai pusat pendidikan yang telah menghasilkan banyak dokter, bahkan dokter spesialis,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa persoalan utama sektor kesehatan saat ini bukan hanya pada jumlah tenaga medis, tetapi pada distribusinya yang belum merata. Karena itu, pembukaan FK di Unima dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
“Ini masalah distribusi. Maka begitu Sulawesi membuka peluang, kami langsung mendukung. Saya bilang, segera!” tegasnya.
Lebih jauh, Wamenkes mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan kedokteran di Unima sangat besar. Bahkan, ia mengaku mendapat arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Saya ditelepon dari London, Presiden meminta supaya saya membantu Unima. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Presiden terhadap pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.
Ia pun mendorong agar perencanaan pembangunan dilakukan secara matang, sehingga FK Unima dapat berkembang menjadi institusi unggulan.
“Kalau saya lihat dari sarana dan potensi, ini bisa menjadi FK unggulan di Sulut bersama Unsrat. Bahkan bisa memproduksi dokter untuk Indonesia Timur dan memperkuat layanan kesehatan di kawasan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Unima, Joseph Philip Kambey, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan penuh dari Wamenkes RI. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk melihat langsung progres pembangunan dan persiapan pembukaan FK di Unima.
“Kunjungan ini terkait dengan pembangunan Fakultas Kedokteran, laboratorium, serta Rumah Sakit Pendidikan di Unima. Ini adalah respons langsung dari Presiden,” jelas Kambey.
Menurutnya, rencana pembangunan akan mulai berjalan tahun ini oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan tahapan awal berupa proses lelang Detail Engineering Design (DED) yang direncanakan dimulai dalam waktu dekat.
“Tadi disampaikan oleh Pak Wamen bahwa beliau berkomitmen penuh untuk membantu Unima dalam pembangunan FK dan Rumah Sakit Pendidikan,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi berbagai pihak, kehadiran Fakultas Kedokteran di Unima diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemerataan tenaga medis, sekaligus memperkuat sistem kesehatan di kawasan Indonesia Timur.
