RadiusNews.id, Minahasa- Rumah Sakit Siloam Sonder terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan nasional melalui implementasi bridging system antara Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) dan sistem BPJS Kesehatan.
Integrasi ini dinilai membawa dampak nyata bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya dalam hal kecepatan, efisiensi, dan transparansi pelayanan.
Direktur RS Siloam Sonder, Dr. Daud Alexander Kiroyan, M.Kes, menyampaikan bahwa penerapan bridging system ini merupakan langkah strategis sekaligus visioner dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern.
“Manfaat bridging system bagi peserta sangat nyata. Pelayanan menjadi jauh lebih cepat, efisien, dan transparan. Peserta tidak perlu lagi melakukan entri data berulang, antrean lebih terstruktur melalui sistem antrean online, serta proses administrasi pendaftaran hingga pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) menjadi lebih singkat,” ujar Dr. Daud.
Lebih dari sekadar pemenuhan regulasi, integrasi SIM RS dengan aplikasi BPJS Kesehatan melalui teknologi bridging disebut sebagai bukti komitmen RS Siloam Sonder dalam mendukung keberlanjutan Program JKN yang berorientasi pada pasien (patient-centered care).
Dengan sistem yang terhubung secara real time, pasien kini merasakan kemudahan sejak awal proses layanan. Verifikasi kepesertaan, rujukan, hingga administrasi klaim dapat dilakukan lebih cepat, sehingga mampu menekan antrean dan waktu tunggu. Selain itu, transparansi biaya juga semakin terjamin karena pasien dapat memantau riwayat layanan dan pembiayaannya melalui aplikasi BPJS Kesehatan.
Dari sisi manajemen rumah sakit, implementasi bridging memberikan dampak signifikan terhadap akurasi dan kualitas data. Potensi kesalahan administrasi dapat diminimalkan, sementara proses pembayaran klaim menjadi lebih cepat dan tertata. Hal ini turut mendukung keberlangsungan operasional rumah sakit secara berkelanjutan (sustainability).
Komitmen tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan yang diterima RS Siloam Sonder atas implementasi bridging system BPJS Kesehatan. Capaian ini mencerminkan tingkat kepatuhan dan kolaborasi yang tinggi terhadap kebijakan nasional, sekaligus keberhasilan rumah sakit dalam mengadopsi inovasi teknologi secara efektif.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh tim yang mampu menjembatani kebutuhan teknis dan operasional layanan kesehatan,” tambah Dr. Daud.
Lebih jauh, keberhasilan implementasi bridging system di RS Siloam Sonder dinilai turut berkontribusi terhadap penguatan sistem kesehatan nasional. Data layanan yang terintegrasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy), meningkatkan mutu pelayanan melalui interoperabilitas sistem, serta mendorong efisiensi anggaran BPJS Kesehatan dengan mengurangi potensi kecurangan dan duplikasi klaim.
Dengan capaian tersebut, RS Siloam Sonder diharapkan dapat menjadi benchmark bagi rumah sakit lain dalam mengembangkan integrasi layanan digital, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi.
